Bupati Paramitha Buka Festival Literasi Brebes Beres, Targetkan Budaya Baca Dongkrak IPM

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 14:55 9 Redaksi Jateng

Poskotanews, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menggelar Festival Literasi 2026 untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan penguatan literasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Festival Literasi 2026 mengusung tema “Literasi Maju Brebes Beres” dan berlangsung selama empat hari, 15-18 Oktober 2026, di halaman serta kompleks Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Kabupaten Brebes.

Bupati Paramitha secara resmi membuka festival tersebut pada Kamis, 15 Oktober 2026. Sejumlah pejabat dan pegiat literasi turut hadir, di antaranya Kepala Bidang Pengembangan dan Pengawasan Pengarsipan Dinarpus Provinsi Jawa Tengah Tri Yuni Atmojo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Komisi IV DPRD Brebes, Sekretaris Daerah, para camat, serta pegiat literasi.

Paramitha mengatakan Festival Literasi harus menjadi pemacu semangat seluruh pihak untuk memperkuat budaya membaca di Brebes. Menurut dia, upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, tetapi membutuhkan keterlibatan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Semakin gencar edukasinya, maka budaya membaca masyarakat lebih maksimal. Sehingga, Indeks Pembangunan Manusia Brebes lebih maju dalam mewujudkan Brebes Beres,” kata Paramitha dalam pembukaan Festival Literasi 2026.

Menurut Paramitha, kegiatan literasi perlu terus dikembangkan agar masyarakat memiliki akses sekaligus ketertarikan terhadap bahan bacaan dan pengetahuan. Karena itu, dia meminta seluruh pemangku kepentingan ikut berperan aktif dalam program literasi.

Kepala Dinarpus Kabupaten Brebes Nurjanto mengatakan Festival Literasi 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua dan ditetapkan sebagai agenda tahunan. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2022 tentang Perpustakaan.

“Festival Literasi 2026 menjadi wadah untuk mendongkrak minat baca masyarakat,” ujar Nurjanto.

Selain mendorong minat baca, festival tersebut juga menghadirkan bazar buku murah, pertunjukan seni dan budaya, serta berbagai kegiatan yang menyasar pelajar, pustakawan, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Selama empat hari, panitia menyiapkan sejumlah agenda, antara lain pelatihan menulis aksara Jawa, bedah buku dari penerbit Gramedia, serta panggung bagi band sekolah yang berlangsung setiap sore.

Pada Jumat, 16 Oktober, rangkaian acara diisi pementasan seni budaya tingkat TK hingga SMA se-Kabupaten Brebes.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis literasi informasi bagi pegiat literasi dan gelar wicara literasi digital yang menyasar pengurus OSIS dan Pramuka.

Pada Sabtu, kegiatan berlanjut dengan bimbingan teknis literasi untuk pustakawan, pelatihan membuat hampers balon bagi ibu rumah tangga, serta bedah karya penulis asal Brebes yang ditulis oleh guru-guru aktif menulis.

Festival Literasi 2026 ditutup pada Minggu, 18 Oktober, dengan lomba mewarnai tingkat TK dan kegiatan mendongeng.

Nurjanto berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat memperluas gerakan literasi di tengah masyarakat.

“Termasuk menyediakan buku murah lewat bazar buku murah, festival seni dan budaya siswa serta masyarakat,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA