Cegah Bullying di Sekolah, Polisi Sambangi SDN 06 Petarukan Pemalang dan Edukasi Siswa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 16:44 30 red 2

PEMALANG, — Upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus digencarkan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Salah satunya melalui kunjungan kepolisian ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Langkah tersebut menjadi perhatian setelah terjadinya kasus perundungan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Pemalang yang dilaporkan berujung pada meninggalnya seorang siswa.

Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama TNI-Polri, Dinas Sosial, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPP), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), serta instansi terkait lainnya bersinergi mendorong program Stop Bullying.

Pada Sabtu (10/10/2026), awak media yang berkunjung ke SDN 06 Petarukan, Kabupaten Pemalang, mendapati sejumlah anggota kepolisian hadir dan berinteraksi dengan para siswa.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah, mengenalkan profesi kepolisian, serta membangun kesadaran siswa tentang pentingnya mencegah tindakan perundungan.

Kepala SDN 06 Petarukan, Yuni Hikmawati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran anggota kepolisian menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan mengenai keamanan sekaligus mengenal profesi aparat negara.

“Hari ini kami kedatangan tamu dari pihak kepolisian yang bertujuan mengajak seluruh warga sekolah menjaga keamanan dan kenyamanan, baik bagi siswa maupun guru. Mereka juga memberikan edukasi tentang profesi polisi kepada anak-anak kami,” ujar Yuni kepada awak media.

Pengenalan Profesi untuk Memotivasi Siswa

Yuni menjelaskan, pengenalan profesi kepada anak-anak sekolah dasar memiliki manfaat positif bagi perkembangan wawasan dan motivasi belajar mereka.

Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya perlu dilaksanakan di SDN 06 Petarukan, tetapi juga dapat dikembangkan ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pemalang.

Dengan mengenal beragam profesi sejak dini, siswa diharapkan memiliki gambaran mengenai cita-cita yang ingin diraih serta semakin termotivasi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

“Memberikan pengetahuan mengenai berbagai profesi kepada siswa sekolah dasar bisa berdampak positif. Anak-anak dapat termotivasi untuk belajar lebih giat agar kelak mampu meraih cita-cita, baik menjadi anggota TNI, polisi, guru, dokter, menteri, maupun profesi lainnya,” jelasnya.

Stop Bullying Perlu Dukungan Bersama

Selain pengenalan profesi, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Sekolah, keluarga, pemerintah, aparat keamanan, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam mencegah perundungan sejak dini.

Yuni mengajak seluruh masyarakat Pemalang untuk bersatu dan saling mendukung pelaksanaan program Stop Bullying. Menurutnya, pencegahan perundungan harus menjadi kepedulian bersama agar setiap anak dapat belajar dan tumbuh tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun kekerasan.

“Mari kita semua, warga Pemalang dari berbagai profesi, bersatu, saling mendukung, dan siap melaksanakan program Stop Bullying di Pemalang,” pesannya.

Ia berharap kunjungan kepolisian ke sekolah-sekolah dapat memberikan manfaat bagi para pendidik dan peserta didik, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif.

Yuni juga menegaskan komitmen SDN 06 Petarukan untuk terus membangun karakter siswa yang berakhlak baik.

“Kami berharap kehadiran pihak kepolisian di sekolah-sekolah membawa banyak manfaat bagi insan pendidikan dan memberikan dampak positif bagi Pemalang ke depan. SDN 06 Petarukan berkomitmen membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan aparat keamanan, program Stop Bullying diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan nyata untuk melindungi anak-anak serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Penulis: Susmono (Ramsus)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA