MTQ XXXII dan MQK II Pemalang 2026 Resmi Dibuka, Sekda Ajak Bangkitkan Prestasi Santri

waktu baca 4 menit
Jumat, 16 Okt 2026 16:17 17 red 2

PEMALANG, — Ratusan santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kabupaten Pemalang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-II Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, di Pendopo Kabupaten Pemalang, Kamis (15/10/2026).

Pembukaan kegiatan keagamaan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pemalang, Tarsidik, beserta jajaran, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pemalang, Remanto, beserta staf, serta para pimpinan dan pengurus yayasan, pondok pesantren, dan lembaga keagamaan Islam yang mengirimkan perwakilan peserta.

Penyelenggaraan MTQ dan MQK ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan seni baca Al-Qur’an, serta memperdalam pemahaman kitab kuning di kalangan santri dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda Pemalang Bagus Sutopo mengajak seluruh pihak untuk bersinergi membangkitkan kembali prestasi Kabupaten Pemalang di bidang keagamaan, khususnya dalam seni baca Al-Qur’an.

Ia meyakini bahwa generasi muda di Kabupaten Pemalang memiliki potensi dan bakat besar yang perlu dikembangkan melalui pembinaan serta kompetisi yang berkelanjutan.

Bagus juga menyinggung sosok maestro qari nasional asal Pemalang, KH Muammar ZA, yang dikenal luas berkat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang indah dan memikat masyarakat.

Menurutnya, keberadaan tokoh tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda Pemalang untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan kualitas bacaan, serta mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Saya yakin anak-anak di Kabupaten Pemalang memiliki bakat yang luar biasa. Untuk itu, saya mengimbau dan berharap kepada segenap pihak agar prestasi Kabupaten Pemalang terkait kegiatan ini dapat bangkit lagi dan tumbuh mengharumkan nama daerah,” ujar Bagus.

Lebih lanjut, Bagus menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ dan MQK tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut harus menjadi sarana membangun silaturahmi, memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan keagamaan, sekaligus menemukan bibit-bibit unggul yang berpotensi membawa nama baik daerah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan agar semakin banyak peserta berbakat yang teridentifikasi dan memperoleh pembinaan secara optimal.

“Jika kegiatan semacam ini sering digelar, kita akan makin banyak menemukan potensi peserta bakat baru. Sehingga ketika menghadapi ajang di tingkat provinsi maupun nasional, kita sudah benar-benar siap,” tegasnya.

Menurut Bagus, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, pondok pesantren, TPQ, dan lembaga keagamaan lainnya menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan peserta berprestasi.

Melalui pembinaan yang terarah, para peserta diharapkan tidak hanya mampu berkompetisi dalam perlombaan, tetapi juga semakin memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pemalang, Tarsidik, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ ke-XXXII dan MQK ke-II bertujuan memfasilitasi sekaligus meningkatkan kemampuan para santri dan masyarakat dalam bidang seni baca Al-Qur’an serta pemahaman kitab kuning.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan memperkuat pendidikan keagamaan di Kabupaten Pemalang.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai luhurnya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Tarsidik.

Tarsidik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pimpinan pondok pesantren, pengurus TPQ, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan berbagai lembaga pendidikan keagamaan menunjukkan adanya semangat bersama untuk memajukan pendidikan Islam dan mengembangkan potensi generasi muda di Kabupaten Pemalang.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan ajang tersebut sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan mempererat persaudaraan.

MTQ ke-XXXII dan MQK ke-II Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026 diikuti ratusan peserta yang merupakan perwakilan pondok pesantren dan TPQ dari berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap muncul generasi Qurani yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik, memahami kandungan dan nilai-nilai ajarannya, serta mampu mendalami khazanah keilmuan Islam melalui pembelajaran kitab kuning.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat peran pondok pesantren dan lembaga pendidikan Al-Qur’an dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.

Dengan dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, para pendidik, dan masyarakat, pembinaan peserta diharapkan tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Pembinaan yang konsisten menjadi langkah penting agar potensi para santri dapat berkembang dan mampu bersaing pada ajang MTQ maupun MQK tingkat provinsi hingga nasional.

Penulis: Susmono (Ramsus)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA