Kalapas Brebes Mudo Mulyanto bersama pegawai dan warga binaan menimbang lele hasil panen program pembinaan warga binaan. Foto: dok humas/poskotanews Poskotanews, Brebes – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes memanen 71 kilogram ikan lele dari kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat, 16 Oktober 2026. Hasil budidaya yang melibatkan tiga warga binaan itu selanjutnya dipasarkan kepada pihak ketiga.

Panen yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Brebes. Melalui kegiatan perikanan, warga binaan mendapat kesempatan mempelajari proses pemeliharaan ikan hingga panen dan pemasaran.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan kegiatan produktif diperlukan agar pembinaan tidak berhenti pada rutinitas selama menjalani masa pidana. Menurut dia, warga binaan perlu memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Panen 71 kilogram ikan lele ini merupakan salah satu wujud gerak nyata Lapas Brebes dalam menghadirkan pembinaan yang produktif,” kata Mudo.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui budidaya lele dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
Dalam pelaksanaannya, Mudo bersama jajaran terkait memantau kegiatan panen yang berlangsung tertib dan aman. Lapas Brebes juga mendorong pemanfaatan kolam SAE sebagai sarana pembelajaran kerja bagi warga binaan.
Salah seorang warga binaan berinisial FS mengatakan kegiatan tersebut memberinya pengalaman dalam merawat ikan lele hingga siap dipanen. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari peluang usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
“Saya belajar merawat ikan lele sampai siap panen. Saya juga belajar bertanggung jawab dan bekerja dengan tekun. Harapannya, keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah bebas nanti untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar FS.
Selain keterampilan teknis, budidaya perikanan menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Kemampuan tersebut diharapkan membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Pemasaran hasil panen kepada pihak ketiga juga memperkenalkan warga binaan pada tahapan usaha, mulai dari produksi hingga penyaluran hasil budidaya. Namun, belum ada keterangan mengenai nilai penjualan maupun keuntungan yang diperoleh dari panen tersebut.
Lapas Brebes berencana terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja produktif. Program itu diarahkan untuk memberikan pengalaman praktis sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
Tidak ada komentar