Cegah Banjir, Penggiat Lingkungan Gandeng PPP Brebes Kerahkan Excavator Normalisasi Kali Poting

waktu baca 3 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 07:57 11 Redaksi Jateng

Poskotanews, Brebes – Penggiat lingkungan bersama warga Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, berkolaborasi dengan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Brebes untuk menormalisasi Kali Poting. Pengerukan dilakukan setelah sungai mengalami pendangkalan dan dinilai meningkatkan risiko luapan ke sejumlah desa di wilayah hilir.

Penggiat lingkungan Ahmad Soleh mengatakan inisiatif pengerukan bermula dari musyawarah dengan masyarakat yang melihat kondisi Kali Poting semakin dangkal. Sungai itu disebut belum pernah mendapatkan normalisasi sehingga permukaannya nyaris sejajar dengan tanah dan pekarangan warga.

“Berangkat dari kondisi tersebut, kami sebagai penggiat lingkungan bermusyawarah dan berkolaborasi dengan DPC PPP Brebes untuk mengupayakan pengerukan Kali Poting,” kata Soleh saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat, (16/10/ 2026).

Dijelaskan Soleh DPC PPP Brebes kemudian meminjamkan satu unit excavator secara gratis untuk membantu pengerukan. Pekerjaan dilakukan pada musim kemarau saat debit air sungai menyusut sehingga alat berat dapat bekerja di sepanjang aliran yang dinilai membutuhkan penanganan.

Pada tahap awal, kata Soleh excavator direncanakan digunakan selama 10 hari. Namun, waktu pengerjaan berpotensi bertambah lima hari sesuai kebutuhan di lapangan.

Lebih lanjut Soleh mengatakan Kali Poting memiliki panjang lebih dari tiga kilometer dengan alur yang berkelok. Normalisasi karena itu dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi sungai dan titik-titik yang dianggap membutuhkan pengerukan.

Menurut dia, persoalan Kali Poting tidak hanya menyangkut warga Desa Siandong. Ketika debit meningkat dan sungai meluap, dampaknya berpotensi dirasakan masyarakat di wilayah hilir, antara lain Desa Sitanggal, Tegalaga, Tunjungan hingga Banjaratma.

“Dampaknya bukan hanya untuk warga Siandong. Wilayah hilir juga berpotensi terdampak kalau aliran sungai meluap,” ujarnya.

Pengerukan Kali Poting juga membuka kembali akses jalan warga yang selama bertahun-tahun tidak dapat digunakan. Material hasil pengerukan dimanfaatkan untuk menimbun dan memadatkan badan jalan yang sebelumnya menjadi akses pengangkutan hasil pertanian.

Menurut Soleh, jalan tersebut sudah tidak digunakan sejak sekitar 2002. Kondisinya nyaris rata dengan aliran sungai sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

“Sekarang, setelah dilakukan pengerukan, material hasil galian dimanfaatkan untuk menimbun dan memadatkan badan jalan menggunakan excavator sehingga kembali bisa dilalui,” kata dia.

Jalan itu diharapkan kembali menjadi akses bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju permukiman dan jalur distribusi.

Soleh menegaskan dirinya terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai penggiat lingkungan. Ia mengatakan pengerukan merupakan hasil kolaborasi masyarakat dengan DPC PPP Brebes.

“Ini bentuk kolaborasi antara masyarakat dan DPC PPP Brebes dalam menjawab kebutuhan lingkungan warga,” ujarnya.

Pemerintah Desa Siandong turut memberikan dukungan dengan mengalokasikan Rp5 juta dari dana penanggulangan bencana alam untuk membantu operasional excavator.

Sementara itu Ketua PAC PPP Kecamatan Larangan, Samsul Falah, mengatakan keterlibatan PPP dalam normalisasi Kali Poting merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Menurut dia, pendangkalan Kali Poting menjadi persoalan yang perlu ditangani karena dapat mengurangi kapasitas aliran sungai dan meningkatkan potensi luapan ketika debit air naik.

“Ini bukan semata-mata kegiatan partai, tetapi bentuk kepedulian dan kolaborasi bersama masyarakat. Ketika ada persoalan lingkungan yang menyangkut kepentingan warga, tentu kami berupaya membantu sesuai kemampuan yang kami miliki,” ujar Samsul.

Ia mengatakan peminjaman excavator diharapkan mempercepat pengerukan, terutama karena pekerjaan dilakukan saat musim kemarau ketika kondisi sungai memungkinkan alat berat bekerja lebih optimal.

Ia berharap normalisasi tidak berhenti pada pengerukan kali. Menurut dia, masyarakat perlu ikut menjaga aliran sungai setelah pekerjaan selesai agar Kali Poting tidak kembali dipenuhi sedimentasi maupun sampah.

“Kami berharap pengerukan ini bisa mengurangi potensi banjir dan sekaligus memberikan manfaat lain bagi masyarakat, termasuk membuka kembali akses jalan yang selama ini tidak bisa digunakan,” katanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA