Wakapolres Brebes Kompol Ryke Rimadhila bersama Wakil Bupati Brebes Wurja dan sejumlah komunitas motor mendeklarasikan Brebes Zero Knalpot Brong. Foto: Istimewa/Poskotanews Poskotanews, Brebes – Lintasan sepanjang 201 meter di Jalan Proklamasi, Kompleks Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, dipenuhi raungan mesin pada Ahad, 18 Oktober 2026. Ratusan pembalap mengikuti Pertamax Turbo Kejurnas Drag Bike Region 2–Piala Bupati Brebes.

Di tengah lomba tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Brebes menggelar deklarasi Zero Knalpot Brong. Pesannya jelas: balap motor memiliki lintasan, sedangkan jalan raya bukan tempat untuk mengadu kecepatan atau menggunakan knalpot yang mengganggu warga.
Deklarasi tersebut bukan sekadar kampanye ketertiban. Satlantas Polres Brebes mencatat 69 kasus penggunaan knalpot brong yang ditindak sejak Januari hingga September 2026. Dalam periode yang sama, polisi menindak sekitar 2.026 pelanggaran lalu lintas dan memberikan sekitar 728 teguran kepada pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq mengatakan pemerintah daerah telah menyediakan lintasan drag bike di kawasan KPT untuk menyalurkan minat masyarakat terhadap balap motor.

“Yang tadinya masyarakat melakukan balap liar di jalan raya, seperti jalur Pantura dan Jalur Lingkar Utara (Jalikut), saat ini sudah difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui trek drag bike di KPT, Jalan Proklamasi,” kata Rozaq saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Minggu sore.
Rozaq mengatakan deklarasi di Brebes merupakan bagian dari tindak lanjut atas atensi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengenai upaya mewujudkan Jawa Tengah bebas knalpot brong.
Deklarasi diikuti Wakapolres Brebes Kompol Ryke Rimadhila, Wabup Brebes Wurja, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Brebes Johan Prasojo, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Brebes Abdul Aris Assaad, serta sejumlah komunitas motor.
Polisi juga memusnahkan knalpot brong hasil penindakan. Langkah tersebut dimaksudkan agar barang bukti yang telah disita tidak kembali digunakan di jalan raya.
Kampanye keselamatan berkendara turut menghadirkan Andi, korban kecelakaan lalu lintas yang kedua kakinya telah diamputasi. Kehadirannya menjadi pengingat bagi pembalap dan penonton tentang risiko kecelakaan serta konsekuensi yang dapat mengubah kehidupan seseorang.
Rozaq berharap pengalaman Andi dapat mendorong masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, untuk lebih berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.
Tidak ada komentar