Brebes Bakal Punya Pusat Layanan Jantung dan Kanker, Bupati Paramitha Tinjau Lokasi

waktu baca 4 menit
Rabu, 14 Okt 2026 10:27 17 Redaksi Jateng

Poskotanews, Brebes – Warga Brebes yang membutuhkan penanganan penyakit serius, seperti jantung dan kanker, masih harus pergi ke luar daerah untuk mendapatkan layanan medis lanjutan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes berpeluang mendapatkan bantuan pembangunan pusat layanan medis terpadu atau Central Medical Unit (CMU) di RSUD Brebes.

Fasilitas ini diharapkan dapat mendekatkan layanan kesehatan rujukan kepada masyarakat sehingga pasien tidak perlu lagi selalu dirujuk ke luar daerah.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau calon lokasi pembangunan gedung tersebut di halaman SD Negeri 1 Brebes, Selasa, 13 Oktober 2026. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari persiapan pemerintah daerah untuk memenuhi persyaratan program revitalisasi rumah sakit yang digagas Kementerian Kesehatan.

Paramitha berharap penambahan fasilitas medis di RSUD Brebes dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan lanjutan. Dengan begitu, pasien yang membutuhkan penanganan khusus tidak selalu harus bepergian ke luar daerah untuk memperoleh perawatan.

“Harapan saya, warga Brebes yang sakit berat tidak perlu lagi dirujuk jauh,” ujar Paramitha saat meninjau lokasi.

Rencana pembangunan CMU ini menjadi peluang bagi Brebes untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit milik pemerintah daerah dalam menangani penyakit serius. Gedung tersebut dirancang memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi dengan sejumlah fasilitas medis yang selama ini dibutuhkan untuk memperkuat layanan rujukan.

Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah catheterization laboratory(cathlab), yakni ruang khusus untuk pemeriksaan dan tindakan tertentu pada pembuluh darah, terutama dalam penanganan penyakit jantung. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan RSUD Brebes dalam memberikan layanan kardiovaskular.

Selain cathlab, gedung CMU direncanakan dilengkapi tiga ruang operasi, ruang perawatan intensif atau intensive care unit(ICU) bagi pasien dewasa, ruang perawatan intensif anak, serta fasilitas perawatan intensif bayi. Pemerintah daerah juga memasukkan layanan persalinan, cuci darah, radiologi, dan instalasi gawat darurat (IGD) dalam rancangan fasilitas tersebut.

Ketersediaan layanan itu diharapkan memperkuat kapasitas RSUD Brebes dalam menangani pasien yang membutuhkan perawatan lebih kompleks. Meski demikian, rencana pembangunan masih bergantung pada persetujuan pemerintah pusat.

Brebes masuk dalam daftar calon penerima program revitalisasi rumah sakit daerah dari Kementerian Kesehatan. Di Jawa Tengah, selain Brebes, terdapat Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus yang juga masuk dalam daftar tersebut.

Informasi mengenai calon penerima program tercantum dalam surat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan tertanggal 29 September 2026. Surat tersebut berisi undangan pembahasan calon penerima bantuan revitalisasi rumah sakit milik pemerintah untuk tahap lanjutan.

“Ini program Pak Presiden lewat Kementerian Kesehatan, dan Brebes masuk daftar calon penerimanya,” kata Paramitha.

Menurut dia, pemerintah kabupaten kini berkonsentrasi melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Dokumen tersebut meliputi surat usulan, sertifikat tanah, kerangka acuan kerja, serta data ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Persiapan lokasi juga menjadi bagian penting dalam rencana tersebut. Pemkab Brebes memilih halaman SD Negeri 1 Brebes sebagai calon tempat pembangunan gedung CMU.

Untuk mendukung rencana itu, pemerintah daerah menyiapkan pemindahan kegiatan belajar mengajar ke salah satu gedung milik pemerintah kabupaten.

Paramitha mengatakan pemindahan sekolah harus dilakukan dengan tetap memperhatikan hak siswa untuk memperoleh pendidikan. Ia berharap kegiatan belajar mengajar tidak terganggu oleh persiapan pembangunan fasilitas kesehatan.

“Anak-anak tetap belajar. Mohon doanya, semoga berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Rencana revitalisasi RSUD Brebes merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan agenda tersebut dalam pidato pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 di Gedung DPR, Jakarta, pada 14 Agustus 2026.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani penyakit prioritas, antara lain kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi bagian dari agenda peningkatan fasilitas kesehatan.

Bagi Brebes, rencana pembangunan CMU berpotensi menjadi langkah penting untuk memperluas layanan medis lanjutan di daerah. Namun, hingga kini, pembangunan gedung tersebut belum dapat dipastikan karena pemerintah kabupaten masih menunggu keputusan Kementerian Kesehatan.

Jika usulan disetujui dan pembangunan berjalan sesuai target, fasilitas baru itu direncanakan mulai dibangun pada 2027. Pemkab Brebes berharap kehadiran CMU nantinya dapat mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA