MOTEGI, – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama harus memulai Moto3 Grand Prix Jepang 2026 dari posisi ke-18 setelah mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi Q2 di Mobility Resort Motegi, Sabtu (3/10/2026).

Veda yang membela Honda Team Asia sebenarnya datang dengan modal cukup positif setelah menunjukkan kecepatan kompetitif pada sesi Practice, Jumat (2/10). Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu berhasil menempati posisi kedelapan dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Hasil tersebut membuat Veda langsung lolos ke Q2 tanpa harus mengikuti Q1. Namun, kesempatan untuk memperbaiki posisi start harus berakhir setelah dirinya mengalami crash di Tikungan 10 saat sesi Q2 berlangsung.
Insiden tersebut membuat Veda tidak mampu melanjutkan upaya mencatat waktu terbaik. Ia akhirnya menempati posisi ke-18 atau terakhir dari 18 pembalap yang mengikuti Q2.

Meski demikian, Veda dilaporkan dalam kondisi baik setelah kecelakaan tersebut dan tetap dipersiapkan untuk menghadapi balapan utama Moto3 Jepang.
Posisi pole position berhasil direbut pembalap Spanyol David Almansa setelah mencatat waktu 1 menit 54,572 detik. Almansa akan start dari posisi terdepan, diikuti Brian Uriarte di posisi kedua dan Alvaro Carpe di posisi ketiga.
Hasil kualifikasi tersebut membuat Veda harus bekerja keras dalam balapan utama. Start dari posisi ke-18 berarti pembalap Indonesia itu harus melakukan perbaikan posisi sejak lap-lap awal jika ingin bersaing memperebutkan poin.
Namun, performanya pada sesi Practice menjadi modal tersendiri. Veda mampu berada di posisi kedelapan dan hanya terpaut 0,317 detik dari pembalap tercepat saat itu, Marco Morelli.
Balapan utama Moto3 Grand Prix Jepang dijadwalkan berlangsung di Mobility Resort Motegi pada Minggu (4/10/2026).
Perjuangan Veda pun akan menjadi perhatian penggemar balap motor Indonesia, setelah pembalap 17 tahun tersebut menjalani musim rookie di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia.
Tidak ada komentar