Pekerja 24 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Comal Pemalang, BPBD Imbau Warga Waspadai Arus Deras

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 12:46 19 red 2

PEMALANG, – Seorang pekerja bernama Aceng Subarna (24) ditemukan meninggal dunia di Sungai Comal, tepatnya di bawah rel kereta api wilayah Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026) sore.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 17.20 WIB dan mengundang perhatian warga di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, korban ditemukan setelah diduga terpeleset dan terbawa arus sungai yang deras. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Informasi mengenai penemuan korban juga dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikhmaludin.

Agus menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari pemerintah setempat sekitar pukul 17.45 WIB mengenai adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Comal.

“Kami mendapatkan laporan dari pihak pemerintah setempat mengenai adanya orang meninggal dunia yang ditemukan di Sungai Comal pada Senin, 12 Oktober 2026. Saat laporan diterima, penanganan jenazah masih dalam proses,” jelas Agus kepada awak media.

Menurutnya, derasnya arus Sungai Comal diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban mengalami kecelakaan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban tanpa keterangan resmi dari pihak berwenang.

Menyusul kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pemalang mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Comal, khususnya ketika debit air meningkat dan arus mengalir deras.

Agus secara khusus mengimbau warga, baik orang dewasa maupun anak-anak, untuk tidak mandi atau bermain di sungai dalam kondisi yang berbahaya.

“Bapak, ibu, adik-adik semua, jangan mandi di Sungai Comal, apalagi jika terlihat arusnya deras. Tolong, itu demi kebaikan dan keselamatan kita semua,” pesannya.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Masyarakat juga diminta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan imbauan yang telah disampaikan BPBD maupun pemerintah desa setempat.

“Harapan kami, semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Semua rambu-rambu dan imbauan dari kami, termasuk imbauan pemerintah setempat, hendaknya dipatuhi oleh seluruh warga desa yang berada di sekitar Sungai Comal,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya sungai, terutama ketika arus deras. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Penulis: Susmono (Ramsus)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA