BANJARNEGARA, — Politeknik Banjarnegara kembali melepas sumber daya manusia terampil dari tiga program studi Diploma III. Sebanyak 104 wisudawan resmi mengikuti Wisuda XIV Civitas Akademika Politeknik Banjarnegara di Golden Ballroom Hotel Surya Yudha Banjarnegara, Sabtu (3/10/2026).

Dari total 104 lulusan tersebut, sebanyak 27 orang berasal dari Program Studi Kebidanan, 48 orang dari Kesehatan Lingkungan, dan 29 orang dari Agroindustri.
Prosesi wisuda turut dihadiri Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Lc., Ketua IDI Banjarnegara, Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarnegara, Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan, perwakilan RSI Banjarnegara, Kepala DPPKP, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali mengapresiasi peran civitas akademika Politeknik Banjarnegara dalam menyiapkan lulusan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tentu berterima kasih kepada civitas akademika Politeknik Banjarnegara. Tahun ini luar biasa, ada 104 wisudawan dari tiga program studi,” ujar Wakhid.
Menurut Wakhid, para lulusan tersebut merupakan putra-putri daerah yang tidak hanya diharapkan membawa pengetahuan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu mengimplementasikan kompetensinya dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan Banjarnegara.
Ia mengatakan penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banjarnegara.
“Politeknik insyaallah akan semakin baik. Saat ini sudah jauh lebih baik, termasuk kerja sama dengan UNSOED. Mudah-mudahan Banjarnegara memiliki keunggulan sebagai kota pelajar, dengan ekosistem pendidikan yang semakin baik,” katanya.
Wakhid juga menilai keberadaan tiga program studi di Politeknik Banjarnegara memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Program Agroindustri, menurut dia, relevan dengan karakter Banjarnegara yang memiliki basis sektor pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan.
Sementara Program Studi Kebidanan dan Kesehatan Lingkungan dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan kesehatan masyarakat, termasuk upaya penanganan stunting.
“Ini selaras dengan problem Banjarnegara. Kita basisnya pertanian, Politeknik juga memiliki bidang pertanian. Kemudian Kebidanan, kita punya problem stunting dan kesehatan yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Terkait rencana kerja sama antara Politeknik Banjarnegara dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Wakhid mengatakan prosesnya masih berjalan.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kata dia, telah menyiapkan sejumlah kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, termasuk penyediaan lahan.
“Prosesnya sudah berjalan. Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan dan semua yang menjadi kewajiban pemerintah daerah. Tinggal proses running-nya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Banjarnegara Drs. Aziz Purwanto, M.M. mengatakan para wisudawan telah dibekali kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
“Kelulusan ini sudah dibekali dengan berbagai kompetensi yang insyaallah dibutuhkan masyarakat. Sanitarian akan mengikuti uji kompetensi, Kebidanan juga demikian, termasuk Agroindustri,” ungkap Aziz.
Ia menegaskan proses pendidikan di Politeknik Banjarnegara tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan kelulusan. Mahasiswa juga dipersiapkan dengan kompetensi praktis sebelum memasuki dunia kerja dan terjun langsung ke masyarakat.
Menurut Aziz, kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa juga diuji oleh para profesional dan praktisi di bidang masing-masing.
“Kompetensi-kompetensi tersebut sudah kita siapkan dan diuji oleh para profesional serta praktisi. Insyaallah lulusan kita sudah siap berada di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Wisuda XIV tersebut menjadi bagian dari upaya Politeknik Banjarnegara dalam menyiapkan tenaga terampil dari bidang kesehatan, lingkungan, dan agroindustri yang diharapkan dapat mengisi kebutuhan sumber daya manusia sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
(Bas)
Tidak ada komentar