Selain Dikeluhkan Warga, Diduga Proyek Betonisasi di Desa Kampung Besar Tidak Sesuai RAB

-Berita-1,187 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan : Amir Hidayat

TANGERANG,poskota – Pembangunan jalan betonisasi berlokasi di Kampung Besar RT.013/06, Desa Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Pembangunan jalan betonisasi yang dilakukan pada hari senin (26/04/2021) sekira pukul 20.00 wib sampai selesai sekira pukul 07.00 pagi, Selasa (27/04/2021).

Kegiatan Proyek pembangunan Betonisasi ini dari Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang, hebohnya jadi keluhan warga Kampung Besar, di karenakan betonisasi tersebut asal -asalan seperti swadaya masyarakat tanpa ada pemasangan papan proyek.

Kegiatan Proyek Betonisasi di Kampung Besar diduga ada Kejanggalan dan asal – asalan sehingga ada beberapa item yang tidak di lakukan oleh kontraktor, namun sampai terlihat tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Saat dikonfirmasi Poskota.net, salah satu warga Desa Kampung Besar Midun (nama samaran), menuturkan pada intinya warga sangat senang adanya pembangunan jalan, akan tetapi betonisasi ini akan berdampak banjir, dikarenakan betonisasi tidak adanya saluran air dari bahu sisi kiri kanan jalan.

Proyek Pembangunan jalan ini harus di evaluasi Inspektorat, karena proyek betonisasi tersebut di kerjakan asal jadi, di sinyalir merugikan keuangan negara. Dan, seharusnya proyek Dinas Bina Marga ini menjadi sarana pendukung berfungsinya ekonomi yang di rasakan oleh masyarakat, tapi yang ada malah merugikan masyarakat,” pungkasnya, Selasa (27/04/2021).

Lanjut, dikatakan Midun, dalam relaksasi proyek betonisasi tersebut banyak di temukan kejanggalan di badan Jalan Rabat beton, Ketebalannya beton di badan jalan bervariasi 7 centimeter hingga 8 centimeter seharusnya ketebalan beton di badan jalan merata 15 centimeter sesuai ketinggian bekisting.

Ada lagi yang tidak di lakukan di badan Jalan agregat tidak dilakukan bekisting tidak di pasang yang seharusnya dalam pelaksanaannya bekisting di pasang namun nyatanya bekisting tidak terpasang, Pembongkaran paving block di lakukan oleh warga, besi dowel tidak terlihat terpasang.

Bahkan penyiraman pun tidak di lakukan, saluran air yudith yang ada di tengah badan jalan di tutup oleh adonan beton, hanya beberapa lobang saja untuk pembuangan air, seharusnya di setiap lobang yudith di kasih lobang supaya tidak terjadi banjir untuk kedepannya, tapi kalau bangunannya seperti ini bisa merugikan disaat hujan deras bisa terjadi banjir. Proyek pembangunan betonisasi ini di katakan tidak sesuai Spesifikasi Teknis.

“Saya sudah minta dibuat saluran air, kalau musim hujan tidak terjadi banjir sama yang kerja, akan tetapi tidak dibuatin. Bila musim penghujan tiba, banjir akan merendam rumah warga sekitar dikarenakan tidak ada saluran airnya,” keluh Sadiyah kepada Poskota.net.

Disamping itu, Iman Ibong selaku Ketua LSM KPK PASUNDAN DPD Kabupaten Tangerang, mengatakan untuk pencegahan terjadinya kegagalan kontruksi, oleh karena itu sebagai praktisi kontruksi secara etika profesi dan profesionalisme harus benar – benar bisa mempertanggungjawakan pekerjaannya.

Sesuai Undang – Undang KIP No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, No 2 tahun 2017 Tentang jasa kontruksi dan pasal 11 khususnya peran serta masyarakat tersebut, diatur dalam Peraturan Pemerintah PP No 43 tahun 2018 Tentang tatacara peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Undang Undang 20 tahun 2001 perubahan Undang Undang 31 tahun 1999 menyebutkan bahwa pengertian korupsi setidaknya mencakup segala perbuatan melawan hukum memperkaya diri, orang badan yang merugikan keuangan dan perekonomian Negara,” tukas Ibong.

Ibong menambahkan, kami harap Inspektorat BPKD Kejaksaan agar menindak lanjuti dan evaluasi kegiatan didesa Kampung Besar RT.013/06, Desa Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, sesuai undang undang di negara ini, karena diduga ada indikasi Korupsi,” tegasnya.

News Feed