Sejumlah Warga Merapi Tolak Angkutan batubara Rencana Akan Melintas Disiang Hari

-Daerah-176 views
Content Protection by DMCA.com

 

Laporan : Bambang.

LAHAT,poskota – Angkutan batubara Dikabarkan rencananya akan melintas di jalan umum pada siang hari, mulai dari Desa Sukacinta – Desa Muara Lawai Merapi Timur, tinggal menunggu waktu,

Hal ini dijelaskan oleh salah satu warga Desa merapi Timur, Kabupaten Lahat bernama Ujang bahwa rencananya angkutan batubara akan melintas dijalan umum, sementara jalan lintas Sumatera ini jalan negara, dari pulau Jawa – menuju Sumatera Utara, kalau ini berjalan pasti warga akan marah, kata ” Ujang kepada poskota. Minggu (16/5/2021)

Ujang mengatakan bahwa ini informasi nya sudah di kordinir salah satu koperasi dari Jakarta indentitas ini tidak saya sebutkan, saat dihubungi oleh wartawan,

Ia juga menjelaskan bahwa koperasi tersebut sudah mendapat restu dari Dishub Provinsi Sumsel, dan menurutnya juga sudah mendapatkan dukungan dari beberapa kades di Merapi Barat dan Timur, yang sudah memberikan dukungan ada 18 kepala Desa, yang ada di 2 Kecamatan ” ucapnya

” Sambungnya lagi habis lebaran rencananya angkutan batubara bakal berjalan di siang hari melintas di jalan umum dan tinggal menunggu dukungan dari gubernur Sumatera Selatan, serta ijin dari Dishub Provinsi Sumsel Selatan, ” imbuhnya

Senada diungkapkan mantan Kades Sirah Pulau Jondriadi
, kami selaku warga jelas menolak apabila angkutan batubara melintas di siang hari, belum lagi dampak debu batubara beterbangan menempel di rumah warga khususnya di pemukiman di pinggir jalan ujar ” Jondri

Kami juga akan meminta kepada gubernur Sumatera Selatan Herman Deru agar tidak diijinkan angkutan batubara melintas di siang hari, dan juga saya harapkan kepada Bupati Lahat Cik Ujang untuk menerima aspirasi masyarakat agar jangan diberikan ijin angkutan batubara melintas di siang hari, jadilah pukul 18 : 00 wib angkutan batubara ini melintas yang sudah diberikan kebijakan oleh gubernur Sumatera Selatan ungkap ” Jondriadi

Kami juga meminta dukungan dari stekholder baik lembaga swadaya, maupun masyarakat untuk menolak angkutan batubara tidak boleh melintas di jalan umum, khususnya angkutan Truk tronton, peti kemas di wilayah Merapi mulai dari Desa Suka Cinta – Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur.ujarnya

Sebelumnya issu ini sudah lama beredar di masyarakat, bahkan sudah santer ditelinga warga bahwa angkutan batubara akan melintas Disiang Hari
mulai pukul 14 : 00 wib – 16:3O wib, dan Dikabarkan ada beberapa kades sudah memberikan sinyal untuk lewatnya angkutan batubara di siang hari, dan isu yang berkembang pihak koperasi dari pusat akan mengakomodir dari transportir dibawah naungan koperasi, Bahkan akan memberikan kompensasi kepada masyarakat 20 juta, setiap desa yang dilalui angkutan batubara, info yang kami terima dari salah satu kades yang minta dirahasiakan indentitasnya.

Ratusan Angkutan batubara apabila di ijinkan melintas di siang hari menambah makin parah, dan akan terjadi kemacetan, biarpun istilahnya ngepok dari stok pile menuju ke stasiun kereta api, sekarang ini sudah ratusan dump truk tronton muatan 30 ton, setiap malam melintas di jalan umum mulai pukul 18 : 00 wib mulai melintas iring iringan melintas di jalan umum bahkan baru baru ini, emak emak melakukan aksi tutup jalan, hampir di setiap desa ada aksi demo, akibat sopir sering ugal-ugalan, apabila kondisi truk kosong,

“Sehingga sering terjadi kecelakaan nabrak rumah warga, kejadian di Desa Banjarsari, belum lagi terjadi kemacetan sepanjang jalan apabila truk mengalami kecelakaan dan menambah panjang kasus lakalantas.

News Feed