Rutan Kelas 1 Tangerang Beri Peningkatan Kompetensi Bagi Pegawai dan Penyuluhan Hukum bagi Warga Binaan

-Nasional-1,012 views
Content Protection by DMCA.com
Laporan : Erwin Silitongs
TANGERANG,Poskota – Rumah Tahanan Kelas 1 Tangerang dalam rangka peningkatkan kinerja  petugas Lapas memberikan pelayanan kepada para warga binaan dalam permasalahan hukum yang di butuhkan, Sabtu (19/6/2021) menggelar kegiatan  Peningkatan Kompetensi bagi Pegawai Rutan dan Penyuluhan Hukum bagl Warga Blnaan.
Acara tersebut diselenggarakan di  Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang . dengan menghadirkan Narasumber dan Pembicara dari  PPKHI (Perkumpulan Pengacara  dan Konsultan Hukum Indonesia).
Kegiatan ini dihadiri  Karutan Fonika Affandi, jajaran petugas Rutan  dan  warga binaan serta diliput oleh beberapa awak Media. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan yang baru tentang hukum bagi para petugas dan bagi warga binaan. Pantauan Poskota.News (members  of poskota.net) Kegiatan ini berlangsung lancar, tertib dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Ketua DPC PPKHI Tangerang Raya ,Akmani,SH SE mengatakab kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang baru baik bagi petugas maupun warga binaan. Ditambahkannya Ini merupakan suatu langkah yang sangat positif  dari Rutan Kelas 1 Tangerang dan PPKHI sangat bersyukur diminta untuk memberikan penyuluhan tentang hukum kepada warga binaan,.
“Dari dialog interaktif yang kami lakukan tadi ternyata banyak hal-hal yang ditanyakan warga binaan salahsatunya bagaimana proses yang menimpa mereka sampai menjadi warga binaan disini yang dirasa tidak adanya rasa keadilan dalam proses hukumnya,” papar Akmani, SH kepada wartawan, saat di wawancarai wartawan usau acara.
Dijelaskan Akmanu SH, dalam persoalan hukum  seharusnya dilakukan mekanisme salah satunya jika terjadi persoalan hukum sudah keharusan diberikan pendampingan atau meminta didampingi dalam proses persoalan hukum. Pendamping tersebut di dapat dari orang yang mengerti masalah  hukum, salah satunya PPKHI selaku organisasi advocat di Indonesia yang memang tugas untuk melaksanakan amanat undang -undang  advocat no. 18 tahun 2003.
“Kamu yang mempunyai kedudukannya setara dengan penegak hukum lainnya,seperti kepolisian,kejaksaan dan kehakiman.,” paparnya.
Ditambahkan Akmani SH, dirinya berharap agar  kegiatan ini dapat terus berlanjut untuk kedepannya Karena sangat bermanfaat bagi warga binaan dan yang  tepenting agar timbul kesadaran hukum bagi warga binaan sehingga kedepannya tidak ada tindakan tindakan pelanggaran hukum.
Sementara perwakilan dari media, anggota PWI Banten, Dedei pembicara dari segi media mengatakan perlunya kerja sama antara media dengan Rutan Jambe, salahsatunya untuk pemberitaan mengenai kegiatan seperti pembuatan sepatu , sablon, memadak, pangkas, begitu juga dengan kegiatan Kerohanian dll.
“Tadi saya paparkan itu kepada staff Rutan Jambe, terutama bagi humas, pentingnya kerjasama dengan media,, biar apa kegiatan positif yang dilakukan oleh para napi bisa dipublikasikan sehingga Rutan tidak dianggap angker bagi masyarakat laun,” ucap Dede.

News Feed