Rehabilitasi Stadion Benteng dikerjakan Swakelola, Dinas PUPR Parah

-Nasional-140 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan: Sumurung Silitonga

TANGERANG, Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) provinsi Banten meminta perhatian dari anggaran dan proyek rehabilitasi Stadion Benteng karena di duga ada permainan dalam pembangunan.

Proyek rehabilitasi diduga dikerjakan secara swakelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang tahun 2020.

“Sudah dilakukan tahap pekerjaan secara swakelola, meski Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangerang dilakukan proses lelang dengan judul kegiatan Rehabilitasi Stadion Benteng,” ungkap M. Jaenuddin Ketua BPAN Provinsi Banten.

Ini hanya mengejar proses pembangunan yang diduga dilakukan secara swakelola oleh Dinas. Padahal statusnya pada saat itu masih di layanan LPSE masih proses lelang.

“Ini harus ada pengawasan, karena diduga adanya tumpang tindih anggaran dalam kegiatan Rehabilitasi Stadion Benteng. Saya kira kegiatan ini hanya jadi ajang kepentingan para pejabat oknum, ”terang M.Jaenuddin

Dugaan adanya tumpang tindih anggaran proposal berdasarkan keluarnya Surat Keputusan Sekretarias Daerah Kota Tangerang Nomor: 800/69-Perkimtan Tentang Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan Rehabilitasi Stadion Benteng tanggal 3 Agustus 2020.

“Di kawasan Stadion Benteng sudah ada aktivitas rehabilitasi yang dilakukan oleh Dinas terkait, dan saya yakin kegiatan tersebut dilakukan secara swakelola,” tegas pria yang tegas ini.

Lebih jauh ia menuturkan bahwa status pekerjaan itu baru mulai dilakukan proses pemilihan / lelang oleh UKPBJ di layanan LPSE Kota Tangerang dengan paket pekerjaan pembangunan jalan keliling stadion benteng dan konsultan supervisi, paket pekerjaan jalur atletik stadion benteng dan pekerjaan tribun stadion benteng.

“Lelang baru dimulai tapi kenapa sudah ada aktivitas pekerjaan pembangunan dibeberapa bagian stadion,” bebernya.

Bahkan M. Jaenal mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pencegahan serta hadir untuk melakukan pengawasan.

“Seluruh kegiatan dan anggaran yang berkaitan dengan pekerjaan Rehabilitasi Stadion Benteng, dimana keuangan daerahnya terindikasi adanya perbuatan KKN oleh pihak-pihak yang terlibat langsung sebagai tim pelaksana. Saya tidak segan-segan untuk melaporkan kepada KPK, ”tegasnya.

Untuk itu saat ini dirinya fokus melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan dan anggaran untuk rehabilitasi stadion benteng juga proses lelang yang saat ini sedang dilakukan.

“Kegiatan ini akan terus saya pantau terus, anggarannya tidak sedikit,” tukasnya

Ditegaskan M. Jaenuddin atau ya g kerap dipanggil Jaenal inj dirinya mempertanyakan swakelola stadion Benteng Tangerang itu, mana mungkin bisa dikerjakan oleh Tenaga Harian Lepas (THL), sebab semua pekerjaannya semua ada ahlinya. Misalnya sapu jalan, gorong-gorong, tukang semen, cor jalan dll.

“Tidak semua pekerjaan pekerjaan semua teknis, saya tidak yakin bahwa tukang batu mengerjakan galian atau strukrur, karena tukang ada keahlian masing-masing,” tandas Jaenal.

News Feed