PPTK Dinsos Kota Tangsel Lakukan Pekerjaan Fiktif, Pemborong Akan Laporkan

Content Protection by DMCA.com

Laporan : Erwin Silitonga

TANGSEL,poskota – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan, membuat kontrak fiktif dengan menjanjikan penunjukkan langsung (PL) kepada salahsatu perusahaan CV Elang, dimana dijanjikan tiga paket dengan PPTK dengan jumlah 600 juta dengan 3 pekerjaan PL.

Pejabat PPTK Dinsos Kota Tangsel tersebut bernama Oom Marliana, yang menanda tangani kerja kontrak fiktif dengan anggota CV Elang berinisial I. Pejabat PPTK tersebut melakukan penyalah gunaan wewenang dan jabatan yaitu seorang pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) melakukan dan membuat kontrak fiktip tersebut dengan menggunakan stempel dinas sosial.

“Ini sudah satu permainan di Dinsos, masa pekerjaan Penunjukkan Langsung (PL) bisa diganti dengan ganti uang (GU), seolah-olah kita dipermainkan,” ungkap pria berinisial I kepada media online Poskota.News.

Awal permasalahan keburukan Dinsos kepada I berawal dari empat bulan lalu, dimana PPTK meminta uang muka (DP) untuk tiga paket (PL) dengan jumlah keseluhan sebesar Rp 78 juta. Usai uang di transfer oleh berinisial I yang ditunjuk sebagai kontraktor hanya dijanjikan saja, namun.tiga pekerjaan uang dijanjikan hanya isapan jempol biasa.

“Kita tagih malah janji-janji saja, hingga 4 bulan ini. Pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung ada,” paparnya.

Namum saat I menagih pekerjaan yang sudah ditunggu seperti pengadaan ATK, pengadaan BBM, dan pemeliharaan service dan suku cadang kendaraan dinas, tetap saja nihil. Seolah-olah bagi PPTK permasalahan.yang dihadapi gampang, padahal sebagai ASN seharusnya dirinya bisa mengetahui perbuatan yang dilakukan. melanggar hukum.

“Ini kita laporkan ke Wali Kota Tangsel Benjamin Davnie, bahkan sampai ke KPK soalnya ini, sudah kasus penipuan yang dilakukan oknum dari pejabat,” tegasnya.

Dipaparkan I kasus ini harus bisa dipertanggungjawabkan Kadis Dinsos, persoalannya tanpa persetujuannya tidak.mungkin PPTK itu sendiri mau memberi PL kepada pemborong.

“Kadis Dinsos juga harus terlibat, pasti kita akan.laporkan, agar tidak ada lagi kasus seperti ini. Agar dinas lebih berhati-hati,” pintahnya.

Dijelaskan I juga, kenapa kasus ini baru dimunculkan, karena Oom Marliana sebagai PPTK terus memberi angin segar dengan menjanjikan pasti akan terealisasi paket yang diberikan. Tapi, sudah lebih dari empat bulan ini, PL yang dijanjikan tidak kunjung ada.

“Mungkin karena lelah saya tagih terus, Oom Marliana langsung mengubah PL. menjadi ganti uang (GU), maksudnya apa, seolah-olah kita diberakin sama dia,” tegasnya.

Diakui I dengan adanya iming-iming margin dengan keuntungan 40 persen, sehingga dirinya memberi uang yang di minta. Bahkan uang yang disetor ke PPTK adalah merupakan uang dari hasil.pinjaman dari orang lain. Tapi bukan uang dipermasalahkan, tapi janji pemberian PL tersebut, kalau tidak ada kenapa dijanjikan, malah yang di minta.

“Seharusnya perjanjian yang dipegang, saudari Oom Marliana sendiri yang menjanjikan uang yang sudah disetor kepada dirinya akan berbunga 40 persen, makanya saya percaya dan setor uangnya, saya sudah dirugikan disini,” tandasnya.

Sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Parman akan melayangkan surat somasi kepada Kepala Dinas Sosial dengan adanya pekerjaan fiktif yang dilakukan staffnya. Persoalanmya ini harus bisa dipertanggungjawabkan sebagai kepala dinas.

“Surat somasi sudah kita siapkan dan kemumgkinan besok sudah kiya layangkan,” pungkasnya.

Namun saat dikonfirmasi dengan dinas sosial melalui pesan Whattsap tidak menjawab, mungkin dengan kesibukan kepala dinas sendiri. Hal tersebut dapat dimaklumi.

Bersambung