Polsek Palmerah Ringkus 8 Pelaku Tawuran 1 Korban Tewas

Content Protection by DMCA.com

JAKARTA, POSKOTANEWS – Kepolisian Sektor (Polsek) Palmerah, Jakarta Barat, menangkap 8 (delapan) orang pelaku tawuran yang menewaskan satu orang di wilayah Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Dari hasil penangkapan didapati semua pelaku tawuran itu masih di bawah umur.

Ke 8 (delapan) pelaku yang masih di bawah umur itu yakni J (14), R (14), AN (16), GEF (15), SR (14), NR (14), RR (14) dan RF (14).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Palmerah, Jakarta Barat, AKP Dodi Abdulrohim di dampingi Kanit Reskrim Polsek Palmerah Akp Parman Goeltom.

AKP Dodi Abdulrohim menerangkan, para pelaku ditangkap tak lama pasca kejadian tawuran pecah hingga menyebabkan satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka bacok.

“Kita tangkap delapan pelaku tawuran yang menyebabkan satu orang tewas di Kota Bambu Utara (KBU). Mereka semua masih di bawah umur,” kata AKP Dodi Abdulrohim di Mapolsek Palmerah, Rabu (13/4/2022).

AKP Dodi menjelaskan, tawuran bermula dari adanya sekelompok remaja Kota Bambu Utara (KBU) dan Kota Bambu Selatan (KBS) yang hendak membangunkan sahur di lingkungan sekitar.

Namun pelaku yang diketahui warga Jatipulo, Palmerah, kemudian memprovokasi melalui media sosial dengan menantang kelompok KBU dan KBS untuk melakukan tawuran.

“Awalnya mereka saling ejek di media sosial, kemudian gak lama dua pelaku yakni RF (14) dan J (14), dengan membawa sajam jenis celurit langsung melakukan penyerangan,” terangnya AKP Dodi.

Akibatnya, tiga orang remaja yakni Diaz, Arya dan Zaki mengalami luka bacok. Bahkan, korban bernama Diaz nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dengan luka robek bagian dada.

“Dua orang lainnya yang mengalami luka bacok sudah mendapat perawatan. Kondisinya saat ini sudah mulai membaik,” paparnya AKP Dodi.

AKP Dodi mengatakan, para pelaku dikenakan pasal 170 dan 358 KUHP dengan ancaman hukuman diatas tujuh tahun penjara.

Namun, karena pelaku masih di bawah umur, lanjut AKP Dodi, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk sistem peradilan pidana kepada para pelaku.

Sementara itu, Widya selaku pihak Bapas (Balai Pemasyarakatan) mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakikan diversi sebelum langsung memasuki praperadilan.

“Kita akan melaksanakan diversi yang pada dasarnya, itu dari pihak korban. Jika dari korban menyetujui, maka kami akan melaksanakan diversi,” pungkasnya Widya. (Aries/Suisman/Imam)

News Feed