Lagi, Siswi Kelas 4 SD Jadi Korban Bully Teman Sekelasnya

Content Protection by DMCA.com

TANGERANG POSKOTA.NEWS| – Lagi lagi terjadi kasus bully yang menimpa pada seorang siswi kelas 4 SD oleh temannya hingga mengalami luka memar pada tangan nya dan benjolan di kepala hingga 2 cm.

Kejadian yang terjadi pada hari Selasa 05 April 2022 terjadi pada saat jam kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah swasta Citra Islami yang terletak di Jalan Citra Raya Utama Timur, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang – Banten.

Pihak kepala sekolah saat akan di wawancarai oleh wartawan Poskota.news, belum bisa memberikan keterangan secara jelas mengenai kejadian tersebut, karena akan mengunjungi rumah korban perundungan teman sekolahnya tersebut dengan di dampingi oleh para Guru.

Pihak kepala sekolah hanya mengatakan akan memberikan keterangan setelah melakukan kunjungan ke rumah korban dan setelah itu mungkin bisa memberikan keterangan resmi dengan mengadakan konferensi Pers dengan di dampingi oleh juru bicara dari pihak sekolah.

Dalam pencarian data orang tua korban, wartawan Poskota.news berhasil Konfirmasi dengan orang tua korban yang berinisial RP, melalui telepon seluler.

“Ini adalah kejadian yang ketiga kalinya di mana saya sebagai orang tua sangat terganggu dan tersakiti dengan kejadian ini,” kata orang tua korban di telepon seluler

“Anak saya mengalami Trauma, dan kehilangan kepercayaan diri yang drastis karena kejadian ini. Dan ini tidak boleh di biarkan saja baik oleh pihak sekolah maupun orangtua pelaku.” tambahnya

“Pihak sekolah saya harap bisa memberikan tindakan yang tegas , agar kejadian ini tidak lagi terulang kepada siapapun yang di mana sekolah adalah tempat belajar ilmu dan etika di mana ada rasa kenyamanan dan keamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar.” tutupnya.

Di tempat terpisah , Ibu nadliroh selaku sekretaris P2TP2A (pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak) kabupaten Tangerang saat di mintai keterangan mengenai kasus perundungan (Bully) di sekolah swasta tersebut mengatakan “saat ini dari kami belum mendapatkan laporan baik dari pihak korban maupun pihak sekolah.”

“Untuk kasus perundungan di sekolah merupakan permasalahan yang serius karena akan mempengaruhi perkembangan mental pada anak , karena itu kami akan menunggu laporan dari korban dan persetujuan dari pihak sekolah untuk menghadirkan psikolog ke sekolah dengan tujuan memberikan konseling kepada korban , pelaku ,dan teman teman sekelasnya . Agar kejadian perundungan ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.” ujarnya.

“Sebetulnya masih banyak kasus serupa di tempat lain yang saat ini sedang kami tangani , tetapi dari pihak sekolah masih ada saja beberapa yang keberatan jika kasusnya menjadi pemberitaan terkait privacy . Karena pihak guru maupun sekolah tidak mau di salahkan.” pungkasnya.

Ahmad Fahrul Rozi C.nsp

News Feed