Iwapin Ketemu Menteri Koperasi dan UKM : Ini Permintaan Iwapin

Content Protection by DMCA.com

JAKARTA, Poskota.news, – Sebagai tindak lanjut audiensi 16 perwakilan Asosiasi Paguyuban dan Pedagang Indonesia dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu (15/9) lalu di Istana Negara, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki pun ikut menggelar pertemuan dan dialog dengan asosiasi tersebut.

Teten, menyampaikan, UMKM harus bertahan, harus bangkit, dan harus tumbuh usahanya walaupun di tengah tantangan pandemi COVID-19. Hal itu karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, mengingat 99% masyarakat Indonesia adalah pelaku UMKM.

“Banyak masukan dari teman-teman asosiasi, seperti pelonggaran usaha dengan mengikuti level PPKM, membutuhkan tambahan modal, kemudahan untuk mengakses pembiayaan, terkait legalisasi, pengurusan NIB di OSS, digitalisasi, supplai bahan baku, dan lainnya,” tegas Teten dalam keterangan tertulis, Rabu (22/09/2021)

Dalam pertemuan dengan Asosiasi UMKM di Jakarta hari ini, Teten menuturkan, dialog ini sangat bagus, terlebih di masa PPKM ini, pemerintah harus memahami problem yang dihadapi oleh mereka.

Teten menambahkan, dari hasil pertemuan ini pihaknya akan melakukan tindak lanjut satu persatu dan akan mensinergikannya dengan Kementerian atau Lembaga (K/L) lainnya

“Di tengah pandemi ketika ekonomi lesu, mereka inilah penggeraknya. UMKM tidak bisa menunda ekspansi bisnis, mereka dinamisator, penggerak ekonomi ketika sulit. Oleh karena itu, tuntutan mereka supaya tetap dapat menggerakkan ekonomi, akses pembiayaan, akses pasar, dan pendampingan, layak kita penuhi. Kalau tidak, ekonomi kita bisa melemah,” ucap Teten.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Warung Padang Indonesia (Iwapin) Alfian ST mengungkapkan Pak Mentri sangat senang dan terus mensuport apa yang menjadi kendala dan hambatan dalam PPKM. Dirinya juga memberi arahan memperkuat data keanggotaan agar mudah mensosialisasikan program dan akan menampung segala keluhan dan aspirasi seluruh asosiasi asosiasi.

Dalam pertemuan dengan menteri tersebut, Alfian ST menyampaikan ada lima hal yang eorku di informasikan yakni dampak Pandemi buat pelaku usaha, bantuan lunak dan pemodalan tanpa agunan, bimbingan dan pelatihan agar warung Padang naik kelas, Mohon penyediaan bahan baku murah dan menjembatani para Iwapin agar bisa belanja ke pabrik agar bisa memotong mata rantai Covid 19, bisa mendapat belanja murah seperti minyak goreng dan daging.

“Alhamdulillah aspirasi kami di respon pa Manteri, begitu juga pelaku pedagang lainnya sperti warteg dan pedagang kaki lima,” tandasnya.