IKEA : Berkomitmen Untuk Mengurangi Limbah Makanan Melalui Inisiatif Food is Precious.

-Berita-166 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan: Evylen

JAKARTA, poskota – IKEA, perusahaan ritel yang menjual perabot rumah asal Swedia, selalu memiliki komitmen untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.

Salah satu fokus IKEA dari komitmen tersebut adalah untuk mengurangi limbah makanan melalui inisiatif Food is Precious. Untuk mewujudkannya, IKEA Indonesia berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation menjalankan program Indonesian Children Care for the Environment (ICCFTE). Kolaborasi ini terbentuk berkat keyakinan yang sama bahwa makanan yang terlalu berharga untuk dibuang.

Program ini ditujukan untuk mengedukasi anak anak untuk menghargai makanan, serta tentang pengelolaan limbah makanan. Salah satu rangkaian dari program ini adalah bagian dari cerita buku anak berjudul ‘BANA Si Pisang Berjalan Jalan. Buku ini merupakan bentuk nyata dari inisiasi ICCFTE yang disampaikan melalui pendekatan yang menarik untuk anak-anak.

Buku ‘BANA Si Pisang Berjalan Jalan’ bercerita tentang karakter pisang bernama Bana yang ingin berguna bagi lingkungan sekitar. Buku ini menggambarkan kisah Bana dan teman selama perjalanan hidup sejak dipetik hingga dikonsumsi.

Buku ini diluncurkan dengan harapan agar anak dapat lebih menghargai setiap makanan agar tidak terbuang sia sia, serta memahami pengelolaan limbah makanan untuk dijadikan produk lain yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Buku ‘BANA Si Pisang Berjalan Jalan’ dapat diunduh secara gratis di laman situs IKEA dilinkberkut dan Greeneration Foundation.

Kami selalu yakin bahwa makanan terlalu berharga untuk dibuang. Hal ini menjadi semangat kami untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya setiap makanan dan turun makanan.

“Kami juga yakin pengetahuan pengetahuan ini harus mengajar sejak dini, oleh karena itu IKEA Indonesia bersama Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation hari ini memperkenalkan program ICCFTE,” ujar Food Commercial Manager IKEA Indonesia, Ririh Dibyono.

“Kami mengajak orang tua untuk mendidik anak dan menanamkan kebiasaan baik untuk menghargai makanan melalui cara yang menyenangkan dan mudah diimplementasikan. Hal ini juga menjadi salah satu upaya IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, ”tambahnya.

IKEA Food bersama Waste4Change juga merupakan lembaga makanan yang dihasilkan dari dapur untuk menghindari limbah makanan berakhir di TPA dengan mengolah kembali menjadi sumber energi lain seperti kompos.

Tahun ini, bersama dengan Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation, IKEA Indonesia berinisiasi untuk menjangkau anak-anak dalam edukasi limbah makanan dengan program iCCTFE.

Dalam program ICCFTE ini, IKEA menggandeng Greeneration Foundation, organisasi nirlaba yang fokus pada pemanfaatan media kreatif dan adaptif dalam mengubah perilaku manusia untuk menerapkan konsumsi dan produksi berkelanjutan di Indonesia.

Kami yakin kesadaran akan limbah makanan baik itu oleh orang tua kepada anak-anak sejak usia sedini mungkin. Oleh karena itu, kami sangat senang melihat perusahaan seperti IKEA yang memiliki kepedulian yang sama. Lewat ilustrasi yang
menarik dan pesan yang mudah dalam buku cerita anak ‘BANA Si Pisang Berjalan-jalan.

“Kami yakin perilaku anak akan berubah perlahan, dan mereka akan lebih menghargai makanan yang mereka konsumsi,” jelas Head of Program Division Greeneration Foundation, Muhammad Fahrian Yovantra.

Berbagi visi dan misi yang sama dengan IKEA dalam menciptakan kehidupan yang berkelanjutan, Kedutaan Besar Swedia juga percaya bahwa perubahan dapat dilakukan oleh semua orang, bahkan anak sekalipun.

“Swedia memiliki misi untuk menciptakan masyarakat bebas limbah, sehingga manajemen limbah dan daur ulang adalah identitas kami. Merupakan suatu kehormatan bagi Kedutaan Besar Swedia untuk dapat turut andil dalam program ICCFTE.

Kami sadar bahwa pendidikan akan lingkungan penting untuk mempelajari sejak dini, Oleh karena itu, kami bangga dapat memperkenalkan cerita buku anak ‘BANA Si Pisang Berjalan jalan’ ke orang tua dan anak Indonesia, “tutup Project Officer Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia dan Timor-Leste , Natasha Kindangen.

News Feed