Diduga Penyaluran BST Desa Pengarengan Ada Oknum RT Lakukan Pungli.

-Daerah-294 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan: Amir Hidayat

TANGERANG,poskota  – Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali memberikan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Pengarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Penyaluran bantuan sosial tunai sudah berjalan dua tahap, yaitu pada bulan januari dan februari anggaran tahun 2021. Penyaluran bantuan sosial tunai tersebut melalui Petugas Kantor Pos Giro. Pelaksanaan penyaluran berlokasi di Kantor Desa Pengarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Setelah penyaluran bantuan sosial tunai telah usai diberikan kepada keluarga penerima manfaat sebesar Rp 300 ribu, diduga adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh salah satu oknum Ketua RT sebesar 50 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).

Kemudian, awak media Poskota.net konfirmasi salah satu warga penerima bantuan sosial tunai, Mawar (nama samaran) menuturkan, BST tahun anggaran 2020 dapat dengan nominal 1,8 juta sekaligus diberikan untuk tiga bulan, oknum meminta 200 ribu per KPM. BST anggaran tahun 2021 sebesar 300 ribu dipotong sejumlah 50 ribu dan warga diminta tandatangan, warga pun tidak tau untuk apa tandatangan tersebut, setelah uang pemotongan diberikan,” terangnya, Jumat (26/03/2021).

Saat dikonfirmasi Kepala Desa (Kades) Pengarengan, Sutiya mengatakan, bansos apa pak setau saya aparat saya kaga ada yang pegang bansos. Oh, tapi alhamdulillah tersalurkan. Semua kan itu mah orang pos, langsung tunai.

Setelah kembali dikonfirmasi Sutiya terkait diduga adanya pungutan liar yang dilakukan oleh salah satu oknum Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

“Justru saya kaga tau, coba aja saya selidiki dulu,” ucap Sutiya kepada Poskota.net via WhatshApp, Jumat (26/03/2021).

“Pemungutan liar dari saya gitu, ha ha ha ha atuh cek aja ke TKP, pak. Maksudnya saya mah nggak pernah begitu-begitu. Ini aduan dari siapa ya,” kata Amir selaku Ketua RT 022/005 kepada Poskota.net via WhatsApp, Jumat (26/03/2021) sekira pukul 18.50 wib.

Lebih lanjut, Amir mengatakan, oh berarti maksudnya masyarakat saya melaporkan saya gitu. Di saya nggak ada, nggak kaya begitu, pak.

“Itu seridhonya, saya tidak memaksa, kadang dua puluh, tiga puluh kemungkinan lima puluh,” terang Amir.

News Feed