Belum Ada Sanksi Tegas Dari Bupati Tangerang Terkait Kandidat Kades No. urut 3 Yang Telah Melakukan Pelanggaran Prokes

-Daerah-162 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan : Erwin Silitonga

KAB TANGERANG,poskota – Salah satu calon Kepala Desa (Kades) Kampung Laksana, Desa Laksana, kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tanggerang (Tajudin drajat-red) masih tetap mengikuti pemilihan Pilkades pada hari Minggu, 30 Mei 2021 walaupun telah melakukan dugaan pelanggaran prokes dengan melaksanakan buka puasa bersama (bukber) pada hari Selasa tanggal 11 Mei 2021 dengan para aparatur sipil negara (ASN).

Jelas tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/2794/SJ tertanggal 4 Mei 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadhan dan Pelarangan Open House / Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ Tahun 2021.

Dalam surat edaran revisi ini, hanya mengubah redaksi dari larangan menjadi pembatasan, secara substansi sama. Bukber –di edaran sebelumnya maupun hasil revisi– boleh, tapi hanya keluarga inti ditambah 5 orang.

Dan juga dalam surat edaran sebelumnya nomor 800/2784/SJ dituliskan bukber dilarang, tapi isinya boleh untuk keluarga inti dan 5 orang. Selain itu, dalam revisi ini seluruh ASN tetap dilarang melakukan open house atau halal bihalal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021.

Seorang calon pemimpin yang mengumpulkan banyak orang dalam kegiatan buka bersama (bukber) yang jelas saat pandemi ini di larang pemerintah.

“Apalagi dalam photo dan Video itu terlihat aparatur sipil negara (ASN) yang berseragam lengkap berkumpul dengan salah satu calon kepala desa, yang di duga berkampanye karena dalam video tersebut menunjukan jari 3 ( Tigaa, tigaa, nih, ini nih sambil menunjukan jarinya ) ucap salah satu orang dalam video tersebut”.

Selain kegiatan itu melanggar protokol kesehatan (prokes) juga di duga melanggar peraturan tentang pemilihan Calon Kepala Desa yang belum waktunya kampanye.

Pihak Bakormas Banten sudah melayangkan surat kepada Bupati dengan nomor surat 120/Lapdu/DPP/BAKORMASBANTEN/20/V/2021 Tertanggal 20 Mei 2021 terkait dugaan pelanggaran prokes yang di lakukan kandidat nomor 3 yang bernama Tajudin Drajat pada Selasa 11 Mei 2021, namun sampai saat ini surat pengaduan kami belum ada balasan oleh Bupati Tangerang.

” Iya , kami sudah layangkan surat pengaduan kepada Bupati Tangerang terkait beredarnya foto dan video yang viral di WA pada tanggal 17 Mei 2021 dan Kami berharap Bupati Tangerang memberikan sanksi tegas kepada siapapun tanpa timbang pilih , apalagi yang melakukan adalah calon kepala desa , Harusnya bisa menjadi contoh untuk masyarakat, ujar kukuh.

Kami selaku pemerhati sosial dan kontrol kebijakan pemerintah berharap pengaduan kami di respon oleh Bupati, demi menjunjung nilai nilai hukum di Republik Indonesia , apalagi masa pandemi ini pemerintah sangat berjibaku dalam rangka menekan penyebaran virus covid-19, lanjut kukuh

News Feed