Alumni Unpam Ultimatum Ketua Aptisi Banten, 3 x 24 Jam Minta Maaf

-Nasional-356 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan : Aries Sundoro

TANGERANG, poskota – Perseteruan Universitas Pamulang (Unpam) dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Banten terus berlanjut.

Himpunan Alumni Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Himnikum) Dr. Dodi Sugianto, SH, MH, M.Kn sebagai Ketua, mengatakan kepada media, Sabtu (20/03/2021), “Akan menggungat dan melaporkan ke polisi Ketua Aptisi Banten, Dr. PO.Abas Sunarya M.Si baik secara Pidana maupun perdata, atas ucapan yang merendahkan martabat Perguruan Tinggi Universitas Pamulang.

Apabila dalam waktu 3 x 24 jam Dr. PO Abas Sunarya, M, Si, selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten tidak mengajukan permintaan maaf atas pernyataannya, terkait kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya, kami akan melaporkan secara Hukum Pidana dan mengajukan gugatan secara Hukum Perdata, ”ujarnya,”.

Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Himnikum), Dr. Dodi Sugianto, SH MH M Kn didampingi oleh Ketua Forum Komunikasi Alumni S-1 Akutansi (Fokalsium), Dedi Kurniawan, SE dan Ismail Fahmi, SH.

“Pernyataan APTISI wilayah Banten dengan adanya pernyataan meragukan kualitas kampus dengan biaya murah, sangat tidak etis,” tuturnya.

Masih dikatakannya, Menurut apa yang diucapkan oleh Abas Sunarya tidak pantas di kalangan pendidikan tinggi.

“Kami selaku alumni, yang terkait dengan pernyataan kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya merupakan pola pikir komersialisasi pendidikan. Dengan kemajuan pendidikan di Provinsi Banten, kami selaku alumni dari Perguruan Tinggi di Banten meminta Ketua APTISI untuk mengundurkan diri karena pemikirannya telah menjurus kepada komersialiasi pendidikan, ”ucap Dodi.

Lanjut Dodi, informasi yang tidak didukung oleh kajian akademis, apalagi pernyataan tersebut dari seorang Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten, yang menimbulkan keresahan dan keonaran (membuat gaduh) di kalangan masyarakat, yang mana pernyataan tersebut, diduga merupakan suatu kebohongan, karena tidak didukung oleh Kajian Akademis.

Hal senada disampaikan Deddi Kurniawan, bahwa APTISI perlu mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap Universitas Pamulang, terkait pernyataannya yang sudah bergulir di media massa.

“APTISI Banten harus meminta maaf terhadap Unpam sebagai kampus pionir dengan biaya murah yang tidak berkonsep komersialisasi pendidikan dalam pengelolaannya,” ungkap Dedi.

Dedi keberatan, penolakannya terhadap pembangunan Kampus di Kota Serang, dengan biaya murah adalah suatu bentuk tidak mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan sumber daya manusia, “tutupnya.

News Feed