Razia Tempat Hiburan Malam di Trenz Serpong Terlihat Pemuda Mabuk Berat, Binggung Wartawan Dilarang Meliput

-Nasional-132 views
Content Protection by DMCA.com

Laporan : Erwin Silitonga

TANGERANG,poskota – Ada hal yang tidak wajar saat Polres Tangerang Selatan melakukan razia ditempat hiburan malam, pada Sabtu (10/4)2021) malam lalu, dimana razia yang dikoordinir oleh Kabag ops Kompol Hennri Tambunan melalui anggotanya melarang wartawan untuk meliput giat tersebut di tempat hiburan malam Trenz yang terletak di Jl. Scientia Boulevard Barat Kav. T03, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten

Saat wartawan media online ini masuk untuk meliput kegiatan berlangsung,  seorang anggota Polres Tangsel mempertanyakan “Anda dari mana” sang wartawan menunjukkan kartu identitas dan mengakui dari wartawan poskota.news sontak anggota polres Tangsel tersebut menyuruh wartawan untuk keluar.

“Maaf abang tolong tunggu diluar dulu,” ungkap oknum polisi tersebut, seraya mengusir wartawan.

Begitu juga saat wartawan televisi RTV dan Dua wartawan lokal hendak masuk untuk peliputan, tetap wartawan yang bersangkutan mendapat perlakuan yang sama, dengan tidak diperbolehkan masuk.

Dalam pantauan wartawan di lokasi ada lebih dari 50 orang yang berada dalam tempat hiburan malam bernama Trenz yang beralamat di Serpong tersebut. Bahkan terlihat seorang lelaki berada dalam trenz dalam keadaan mabok berat, namun pihak kepolisian hanya membiarkan saja.

Saat wartawan ingin meminta wawancara dengan kabar ops Hennri Tambunan dirinya tidak bisa memberi komentar apa-apapun dan hanya mengatakan nanti coba koordinasi dengan pak kasubag, dimana yang beliau bilang tidak ikut ke lokasi.

“Nanti tanyakan ke pa kasubag, nanti di pandu humas kami, sambil memanggil humas tersebut,” terang Kabag Ops Hennri Tambunan.

Sementara saat ditanyai melakui pengelola tempat hiburan malam Trenz, tidak ingin berkomentar sama sekali. Seolah menutup-nutupin razia yang berlangsung di tempatnya.

Salah seorang pengunjung yang tidak mau disebut namanya mengatakan dalam razia mereka disuruh tes urine, diakuinya mereka hanya disuruh tes urine saja dan diberi pemaparan.

“Cuma begitu saja, dan semua pengunjung disuruh pulang, tidak ada apa-apanya,” akuinya.

Hingga berita ini diturunkan maksud dan tujuan razia yang dilakukan oleh polres Tangsel ini belum jelas. Bahkan pelarangan wartawan meliputi sangat dipertanyai sebab wartawan sebagai kontrol sosial dan dilindungi oleh UU mengenai kebebasan PERS tidak bisa dihalang-halangi tugasnya.

Dalam pemantauan wartawan tempat hiburan malam Trenz ini sangat sering di razia, bahkan usai di razia besoknya tempat hiburan ini buka kembali. Seolah-olah razia yang diberlakukan oleh satpol PP Kepolisian dll, ada permainan didalamnya.

Ketua DPD BPAN M. Jaenuddin menjelaskan tindakan polres Tangsel yang melarang wartawan untuk meliputi kegiatan sudah melanggar UU. Seolah-olah menutupi razia yang mereka gelar agar tidak bisa terekspos oleh para media.

“Tindakan ini perlu dipertanyakan, apalagi saat wartawan meminta statmen dan tidak ada satupun yang memberi, polisi mungkin lupa dengan tugas wartawan itu sendiri,” tandasnya.

 

News Feed