Papan pengerjaan proyek reaksi cepat ( dok-toy) INDRAMAYU, — Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat terkait kerusakan Jembatan Cemara Blok Bong yang menghubungkan Desa Cemara Wetan, Kecamatan Cantigi, dengan Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kerusakan jembatan tersebut diduga akibat gerusan banjir dan air pasang yang terjadi di kawasan tersebut. Kondisi itu menyebabkan konstruksi jembatan mengalami kemiringan hingga tidak lagi dapat difungsikan secara normal.
Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu kemudian merespons laporan tersebut dengan melakukan penanganan terhadap jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kondisi jembatan lama yang sudah mengalami kemiringan dinilai tidak memungkinkan untuk kembali digunakan. Karena itu, penanganan dilakukan melalui pembangunan atau pemasangan jembatan baru sebagai bagian dari rehabilitasi secara permanen.

Langkah cepat pemerintah daerah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang tokoh masyarakat, Durah Musus alias Gaber, menyambut baik pelaksanaan pemeliharaan dan rehabilitasi jembatan tersebut.
“Pemeliharaan rutin dapat memperpanjang usia jembatan dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Infrastruktur yang baik akan menunjang pertumbuhan ekonomi daerah karena mobilitas dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Menurutnya, respons cepat pemerintah menunjukkan perhatian terhadap keselamatan sekaligus kebutuhan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses tersebut.
“Respons cepat seperti ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kebutuhan warga,” lanjutnya.
Sementara itu, pelaksana pekerjaan dari CV Intan Berlian, M. Arul Kusuma, mengatakan penanganan Jembatan Cemara Blok Bong dilakukan melalui rehabilitasi permanen.
Menurutnya, pekerjaan tersebut ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2026 sehingga akses masyarakat di kawasan tersebut dapat kembali digunakan secara optimal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati ketika melintasi jalur alternatif selama proses pekerjaan berlangsung serta mengikuti perkembangan rehabilitasi jembatan.
“Penanganan permanen Jembatan Cemara Blok Bong ditargetkan selesai Oktober 2026,” ungkap M. Arul Kusuma.
Masyarakat Cemara Blok Bong, termasuk Sawad, menyambut baik langkah cepat pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kondisi jembatan yang rusak.
Warga berharap proses rehabilitasi dapat diselesaikan sesuai target agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat di wilayah sekitar.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Dengan adanya penanganan dari pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, Jembatan Cemara Blok Bong diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal dan menjadi akses yang aman untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat setempat.
(Toy)
Tidak ada komentar